Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi industri semen sedang kesulitan dalam permasalahan kelebihan pasokan kapasitas produksi atau over supply. Tapi ada masalah baru lagi muncul yakni harga batu bara melambung tinggi hingga rencana penerapan pajak karbon membuat biaya produksi semen bakal membengkak.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso, mengatakan kenaikan harga batu bara yang mencapai 200% dan ditambah rencana pajak karbon membuat biaya produksi semakin tinggi.

"Di samping over supply, kami kena masalah kenaikan harga batu bara 200% dari US$ 60 dollar per ton menjadi US$ 160 per ton. Padahal semen kebutuhan batu bara 35%, jadi kalau dia naik kita angkat tangan. Yang bahaya kita meningkatkan utilisasi dari ekspor, target 12 juta, jadi kalau ekspor tertutup karena batu bara tinggi, biaya produksi US$ 5 - 6 dollar, itu bahaya nggak akan ekspor kita," jelasnya kepada CNBC Indonesia TV, Jumat (3/9/2021).

Ditambah lagi masalah rencana pengenaan pajak karbon. Itu juga membuat biaya produksi meningkat.

Menurut Widodo industri yang paling terkenal adalah semen, karena semen membakar batu kapur untuk 1 ton produk dibutuhkan 1,1 ton batu kapur. Dia bercerita ketika dibakar Co2 yang dikeluarkan sekitar 400 kg.

"Ini nggak bisa diapa-apakan karena nggak ada penggantinya batu kapur. Ditambah lagi batubara juga, dari studi 1 ton semen itu sekitar 650 - 700 kg co2 yang dikeluarkan. Kalau 1 kg di pajak US$ 5, itu ekspor hilang," kata Widodo.

Widodo menambahkan persaingan ekspor Indonesia berhadapan dengan Thailand Vietnam dan Malaysia. Negara itu tidak ada pajak karbon. Sehingga jika dikenakan beban US$ 5 dollar pengusaha semen angkat tangan.

"Nggak bisa ekspor. Dan ekspor kita itu dari kelebihan kapasitas itu baru 20% masih ada kira kira kelebihannya 35 juta, kita ekspor 12 juta. Tapi ekspor nggak gampang persaingannya dengan Thailand Vietnam, jadi saya kaget juga ada pabrik baru dengan orientasi ekspor. Nggak masuk akal, karena kompetitornya luar biasa," jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *