Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara melesat pada perdagangan akhir pekan lalu. Secara mingguan, harga batu bara pun membukukan kenaikan.

Akhir pekan lalu, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup US$ 220/ton. Melonjak 2,44% dari posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sepanjang minggu lalu, harga si batu hitam mencatatkan penguatan 6,49%. Bangkit dari pekan sebelumnya yang ambrol 8,69%.

Kabar dari Indonesia sepertinya ampuh mendongkrak harga batu bara. Pekan lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengumumkan menunda pemberian izin operasi lebih dari 1.000 tambang batu bara, timah, dan berbagai mineral lainnya. Alasan penundaan tersebut adalah keterlambatan dalam menyetor rencana kerja 2022.

Kebijakan ini bersifat sementara. Izin akan kembali diberikan setelah pemerintah menerima rencana kerja untuk tahun ini. Penambang diberi waktu 60 hari.

"Jika dalam periode itu perusahaan masih belum menyerahkan rencana kerja 2022, maka akan diberikan sanksi yang lebih tegas yaitu pencabutan izin," tegas Sony Heru Prasetyo, Kepala Pokja Informasi Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM.

Perkembangan ini lagi-lagi menjadi sentimen yang sangat mempengaruhi pasar batu bara global. Soalnya, Indonesia adalah eksportir batu bara terbesar dunia. Kalau pasokan dari Indonesia sampai seret, maka harga di level dunia tentu terpengaruh.(AJI/RED)

TIM RISET CNBC INDONESIA.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *